Logo Header Antaranews Riau

Kisah Pemanen Terbaik PTPN IV di Riau, Keluarga Jadi Motivasi Capai Prestasi

Rabu, 28 Januari 2026 16:20 WIB
Image Print
Kisah Pemanen Terbaik PTPN IV di Riau, Keluarga Jadi Motivasi Capai Prestasi (ANTARA/HO-PTPN IV Regional III)

Pekanbaru (ANTARA) - Profesi pemanen menjadi wajah ketekunan di PTPN IV PalmCo. Diantaranya terlihat dari mereka yang ada di Bumi Lancang Kuning, Riau, PTPN IV Regional III. Bagi para pemanen itu, kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga, termasuk jaminan pendidikan anak untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, menjadi motivasi utama dalam bekerja.

Warham Tanjung, Dedek Triono, Adi Syahputra, dan Sudirman Pakpahan merupakan empat sosok garda terdepan yang berhasil mencatatkan kinerja terbaik di PTPN IV Regional III sepanjang 2025.

Bagi mereka, menjadi bagian dari PTPN IV merupakan sebuah anugerah. Berkat ketekunan dan konsistensi yang ditunjukkan, para pemanen tersebut mampu membawa pulang pendapatan hingga Rp18 juta per bulan.

Hal itu diakui Sudirman Pakpahan, bapak tiga anak yang kini memasuki usia kepala lima. Meski tak lagi muda, ia mampu membuktikan diri tetap produktif dan kompetitif dibandingkan karyawan yang lebih muda.

“Motivasi utama saya adalah keluarga. Saya ingin membahagiakan istri dan memastikan pendidikan tiga anak saya,” ujar Sudirman dengan wajah sumringah.

Awal pekan ini, Sudirman bersama tiga rekannya diundang Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso ke Region Office PTPN IV Regional III di Pekanbaru. Dalam kesempatan tersebut, Region Head yang didampingi Kepala Bagian SDM dan Sistem Manajemen Jarwa Rahmanta turut mengundang istri dan anak para pemanen.

Raut kebahagiaan tampak jelas saat para pemanen dan keluarga berbagi cerita dengan jajaran manajemen regional. Sudirman pun terlihat bangga ketika diberi kesempatan menyaksikan langsung PalmCo Business Cockpit di ruang kerja Regional Management. Menurut dia, pertemuan itu bukan sekadar undangan seremonial, melainkan bentuk perhatian dan apresiasi atas kerja keras yang selama ini mereka lakukan.

"Terima kasih kepada pimpinan PTPN IV Regional III yang telah mengundang kami. Saya sangat terharu. Ini pertama kalinya saya datang ke sini, diajak berdiskusi dan makan bersama,” tutur Sudirman.

Didampingi istrinya, Santi, Sudirman menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya menjadi pemanen terbaik dengan pendapatan hingga Rp18 juta per bulan adalah fokus dan kedisiplinan. Dalam sehari, ia mampu memanen 5 hingga 6 ton tandan buah segar. Sebelum memulai panen, ia memastikan penguasaan areal, tingkat kematangan buah, serta disiplin dalam mengutip brondolan.

"Kalau ditambah premi, sebulan bisa Rp17 sampai Rp18 juta. Itu semua untuk istri dan anak-anak saya. Pesan saya satu, masa pemanen muda kalah sama yang tua seperti saya," kata Sudirman sambil terkekeh.

Hal senada disampaikan pemanen lainnya. Mereka menyebutkan bahwa keluarga menjadi alasan utama untuk terus menjaga performa. Harapan agar anak-anak memperoleh masa depan yang lebih baik menjadi sumber semangat dalam menjalani pekerjaan yang menuntut fisik dan kedisiplinan tinggi.

Para pemanen juga sepakat bahwa apresiasi dari manajemen memberikan dorongan moral yang signifikan bagi pekerja kebun. Pengakuan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kerja lapangan memiliki nilai strategis bagi perusahaan.

“Kami bekerja setiap hari di kebun. Ketika hasil kerja itu dihargai, semangat kami bertambah,” ujar Warham Tanjung.

Dedek Triono menyampaikan pandangan serupa. Menurut dia, lingkungan kerja yang memberi ruang penghargaan mendorong para pemanen untuk terus menjaga kualitas panen dan kedisiplinan.

“Kalau kinerja diperhatikan, kami merasa punya tanggung jawab yang lebih besar terhadap pekerjaan,” katanya.

Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menegaskan bahwa pemanen merupakan garda terdepan operasional perusahaan. Ia menyebutkan, keberlanjutan dan produktivitas perusahaan tidak terlepas dari kerja nyata para pemanen di lapangan.

“Pemanen adalah fondasi operasional. Perusahaan ingin memastikan mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang,” ujar Bambang.

Manajemen berharap kisah para pemanen terbaik ini dapat menjadi inspirasi bagi pekerja lainnya, sekaligus memperkuat budaya kerja yang menempatkan manusia dan keluarga sebagai bagian penting dari keberhasilan perusahaan.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026