Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, menginisiasi gerakan ketahanan dan pemerataan kesediaan pangan melalui kegiatan pelatihan olahan pangan lokal serta kudapan non-beras dan non-terigu pada masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati, di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pada kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan tim penggerak PKK agar bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta menyediakan pangan berbahan baku non-beras dan non-terigu.

"Ya, tujuannya agar masyarakat dapat menyediakan olahan pangan lokal berbahan baku non-beras non-terigu di rumah masing-masing serta mengolahnya menjadi produk bernilai jual yang dapat meningkatkan kesejahteraan," katanya pula.

Menurut dia, produksi beras di daerah hanya dapat memenuhi 15 persen kebutuhan beras masyarakat, sehingga warga bisa mengonsumsi sumber karbohidrat selain beras seperti ubi-ubian, jagung, dan kentang.

"Pentingnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman hortikultura guna mengendalikan inflasi daerah dan menjaga keterjangkauan serta ketersediaan pangan," katanya lagi.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan setiap tahun ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemerataan ketersediaan pangan di daerah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menanam tanaman sayuran dan buah di pekarangan masing-masing sesuai dengan program TP PKK Provinsi Jawa Tengah yaitu "Rabu Pon" satu rumah, satu pohon," kata dia.

Ia mengatakan program ini dilakukan secara berjenjang yang dimulai dari pelatihan di awal tahun, kemudian dilanjutkan dengan lomba B2SA tingkat kota pada pertengahan tahun, serta diakhiri dengan lomba tingkat provinsi di akhir tahun.

"Kami berharap program ini dapat memberikan ketahanan pangan bagi masyarakat daerah," katanya pula.





Baca juga: Kemenkum Jateng lakukan pengharmonisasian tiga raperda Kota Pekalongan