Logo Header Antaranews Riau

Pertamina tambah pasokan BBM 5 persen di Riau jelang Natal

Senin, 19 Desember 2022 16:06 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pekerja SPBU mengisi bahan bakar kendaraan.  (ANTARA/dok)
Pekanbaru (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) bakal menambah  pasokan  Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 5 persen dari kuota harian yang telah ditetapkan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2023 di Provinsi Riau.

Manager Communication, Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria  di Pekanbaru, Senin, mengatakan  ketentuan ini berlaku mulai 15 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023.

"Untuk Provinsi Riau, kuota BBM jenis Pertalite setiap hari 2.500 Kilo Liter (KL) dan Solar 2.400 KL. Maka terhitung 15 Desember hingga 8 Januari 2023 mendatang, penyalurannya ditambah sebesar 5 persen dari kuota yang telah ditetapkan pemerintah, untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru," kata Satria.

Satria  juga  memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi  3 kg  aman dalam menyambut  perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. 

"Jadi  tidak perlu kuatir bagi yang akan libur akhir tahun," katanya.

Selain BBM Pertamina juga  melakukan penambahan kuota LPG bersubsidi sebesar 3-5 persen untuk Provinsi Riau.

"Kami mengimbau, masyarakat agar menggunakan BBM dan LPG 3 Kg secara bijak. Kalau memang mereka berhak menggunakan BBM bersubsidi, silahkan menggunakan dengan bijak," katanya.

Selain itu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM di wilayah yang jauh dari SPBU, Pertamina bahkan menyiapkan  SPBU Kantong dalam wujud mobil tangki yang sudah disiagakan di SPBU.
 
"Untuk wilayah Riau, kita menyiapkan SPBU kantong di tiga daerah, yakni Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hilir, dan kabupaten Indragiri Hilir, mengingat daerah itu merupakan jalan mudik lintas Pulau Sumatera, sehingga berpotensi adanya lonjakan kebutuhan BBM. Makanya, kita siagakan mobil tangki penuh di titik-titik SPBU lintas mudik tersebut," paparnya lagi.   

Ia juga  mengimbau konsumen melakukan pendaftaran melalui aplikasi Mypertamina, sehingga pemerintah dan Pertamina tahu konsumen yang menggunakannya.
 
"Sementara bagi masyarakat atau pengguna kendaraan mewah  tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi. Jangan merampas hak masyarakat kecil," katanya.

 

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026