
Dugaan keracunan MBG puluhan siswa SMKN 1 Kandis, Dinkes Siak tunggu hasil laboratorium

Siak, Riau, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Provinsi Riau masih mendalami kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kandis, Kecamatan Kandis.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Handry di Siak, Selasa, menjelaskan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya penanganan kasus itu.
Bahkan, katanya, melakukan investigasi sejak menerima laporan kejadian tersebut untuk memastikan sumber penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Siak telah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus dugaan keracunan penerima manfaat MBG di SMKN 1 Kandis,” katanya.
Dinkes juga melakukan penilaian ulang kelayakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap dapur MBG yang menjadi lokasi pengolahan makanan. Dapur ini berada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung (Desa) Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis di bawah naungan Yayasan Tuah Karya.
Untuk memastikan penyebab pasti kasus itu, katnaya, petugas sanitarian dari Puskesmas Kandis telah mengambil sampel makanan untuk dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau.
“Saat ini hasil uji laboratorium masih menunggu. Nantinya hasil tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab kejadian,” ujarnya.
Terkait operasional kembali dapur MBG, katanya, hal tersebut bukan kewenangan Dinkes Siak.
“Kewenangan izin untuk membuka kembali berada pada BGN, sambil menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Sebelumnya, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Siak Lisa Wahari menjelaskan laporan awal kejadian itu diterima pada Selasa (13/1), pukul 09.20 WIB dari pihak SMKN 1 Kandis terkait dengan sejumlah siswa yang mengalami diare.
Tim SPPG langsung turun ke sekolah dan membawa sebagian siswa ke klinik terdekat. Sebanyak 21 siswa mendapat penanganan medis berupa infus.
Dia mengakui adanya bumbu pelengkap yang sempat dinilai kurang baik saat proses memasak menu MBG.
Meski sempat diinstruksikan untuk diganti, katanya, bumbu tersebut diketahui tetap digunakan pada pengantaran menu siang hari.
Akan tetapi, hingga Senin sore tidak ada keluhan yang masuk, sedangkan laporan baru diterima keesokan harinya.
Bahkan, menurut BGN terdapat satu siswa yang mengalami diare meski tidak mengonsumsi menu MBG pada hari kedua, karena berpuasa.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

