
BPJS Kesehatan beri pemahaman jamaah calon haji soal JKN

Solo (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Surakarta memberikan pemahaman kepada jamaah calon haji dan kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) soal Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari di Solo, Jawa Tengah, Kamis mengatakan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mendorong tingkat pemahaman masyarakat khususnya jamaah haji terhadap Program JKN.
"Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi peserta aktif program JKN," katanya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan untuk calon jamaah haji serta KBIHU di wilayah Surakarta. Selain itu, menurut dia kepesertaan juga untuk memudahkan berbagai macam pengurusan administrasi.
Menurut dia, dalam proses administrasi jamaah haji reguler, pengecekan JKN dilaksanakan pada saat jamaah melakukan pendaftaran untuk pemeriksaan kesehatan (Istita’ah) maupun saat vaksinasi meningitis di fasilitas kesehatan. Sedangkan bagi jamaah haji khusus, kartu kepesertaan JKN menjadi salah satu syarat keberangkatan jamaah haji.
"Dalam perjalanan sampai menuju akan berangkat yang dikhawatirkan risiko sakit itu akan datang. BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan bahwa kepesertaan calon jamaah haji statusnya sebagai peserta aktif," katanya.
Ia mengatakan dengan menjadi peserta maka ketika mengalami sakit calon jamaah haji tidak perlu khawatir lagi dan akan langsung dijamin oleh Program JKN sejak akan berangkat hingga datang dari ibadah haji.
Menurut dia, penjaminan biaya pengobatan bisa diberikan jika status kepesertaannya aktif. Tujuan berikutnya yakni mendukung keaktifan kepesertaan yang menjadi salah satu program implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2022 tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional bahwa seluruh kementerian atau lembaga negara mendukung terselenggaranya Program JKN.
"Ini adalah salah satu bentuk dukungan dari Kementerian Agama terhadap program JKN," katanya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun mengajak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh di Surakarta sebagai mitra utama dalam memastikan kepesertaan calon jamaah haji dalam Program JKN.
"Kemenag sangat mendukung terkait penyelenggaraan kegiatan ini. Oleh karena itu, kami fasilitasi untuk mengadakan pertemuan ini," katanya.
Ia mengatakan aktifnya kepesertaan dalam Program JKN menguntungkan semua pihak. Jamaah yang sakit ketika akan berangkat dan sudah pulang melaksanakan ibadah akan dijamin oleh Program JKN. Secara otomatis para pengurus dan jamaah haji bisa terbantu meringankan bebannya.
"Pertemuan ini memberikan informasi penting bagi jamaah haji ketika kembali nanti. Jika jamaah haji ingin mengetahui lebih detail tentang Program JKN dapat diakses melalui kanal pelayanan kesehatan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan yaitu Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165 atau bisa tanya langsung kepada pihak BPJS Kesehatan," katanya.
Ia mengatakan Kementerian Agama mendukung Program JKN sehingga pihaknya bersama BPJS Kesehatan akan terus bergerak bersama agar masyarakat yang belum menjadi peserta segera terdaftar dan terjamin kesehatannya oleh negara.
"Kami berharap jamaah yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar. Tentu agar apabila ada hal-hal darurat menjelang keberangkatan atau setelah pulang nanti bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan," katanya.
Baca juga: Bandara Adi Soemarmo perkirakan puncak arus mudik pada 28 Maret
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2025