Bawaslu Jateng antisipasi pemilih yang tidak masuk DPTb
Minggu, 10 September 2023 15:43 WIB
Ilustrasi - Logo Bawaslu.(ANTARA)
Semarang (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Tengah melakukan beberapa upaya guna mengantisipasi masyarakat yang mempunyai hak pilih, namun tidak masuk pada daftar pemilih tambahan (DPTb) pada Pemilu 2024.
“Masih terdapat orang yang mempunyai hak pilih, tapi belum masuk DPTb, sedangkan cadangan logistik yang dimiliki KPU hanya sekitar 2 persen,” kata Komisioner Bawaslu Jateng Nur Kholiq di Semarang, Minggu.
Menurut dia, hal tersebut menjadikan potensi daftar pemilih khusus (DPK) semakin besar sehingga Bawaslu harus secara cermat mengawal hak pilih orang yang bersangkutan.
Bawaslu Jateng dalam hal ini, lanjut dia, mengikuti arahan Bawaslu RI untuk terus melakukan upaya pencegahan pelanggaran pada pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilu 2024.
“Tugas kami adalah mencegah terjadinya pelanggaran, apapun yang kami lakukan adalah pencegahan,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan partisipatif menjadi salah satu upaya Bawaslu Jateng dalam menambah kekuatan dalam melakukan pengawasan tahapan Pemilu 2024.
Selain itu, adanya Program Desa Antipolitik Uang dan Desa Pengawasan yang telah dibentuk beberapa waktu lalu oleh Bawaslu harus ada revitalisasi untuk tetap menghidupkan semangat warga dalam mengawasi Pemilu 2024.
“Ke depan kami arahkan jajaran kita seperti panwascam hingga pengawas desa/kelurahan untuk mendampingi desa-desa tersebut untuk berkegiatan yang sifatnya partisipatif masyarakat,” katanya.
Baca juga: Bawaslu Kota Semarang minta panwaslu baru segera beradaptasi
“Masih terdapat orang yang mempunyai hak pilih, tapi belum masuk DPTb, sedangkan cadangan logistik yang dimiliki KPU hanya sekitar 2 persen,” kata Komisioner Bawaslu Jateng Nur Kholiq di Semarang, Minggu.
Menurut dia, hal tersebut menjadikan potensi daftar pemilih khusus (DPK) semakin besar sehingga Bawaslu harus secara cermat mengawal hak pilih orang yang bersangkutan.
Bawaslu Jateng dalam hal ini, lanjut dia, mengikuti arahan Bawaslu RI untuk terus melakukan upaya pencegahan pelanggaran pada pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilu 2024.
“Tugas kami adalah mencegah terjadinya pelanggaran, apapun yang kami lakukan adalah pencegahan,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan partisipatif menjadi salah satu upaya Bawaslu Jateng dalam menambah kekuatan dalam melakukan pengawasan tahapan Pemilu 2024.
Selain itu, adanya Program Desa Antipolitik Uang dan Desa Pengawasan yang telah dibentuk beberapa waktu lalu oleh Bawaslu harus ada revitalisasi untuk tetap menghidupkan semangat warga dalam mengawasi Pemilu 2024.
“Ke depan kami arahkan jajaran kita seperti panwascam hingga pengawas desa/kelurahan untuk mendampingi desa-desa tersebut untuk berkegiatan yang sifatnya partisipatif masyarakat,” katanya.
Baca juga: Bawaslu Kota Semarang minta panwaslu baru segera beradaptasi
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan serahkan Rp42 juta ke ahli waris anggota Panwascam Demak
21 February 2025 16:45 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan santunan kematian dua pengawas pemilu di Klaten
22 January 2025 15:20 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Jabatan Gubernur Jateng diserahterimakan ke Ahmad Luthfi tanpa didampingi Taj Yasin
21 February 2025 7:25 WIB
Novita Wijayanti yakin Luthfi - Gus Yasin bawa perubahan signifikan bagi Jateng
20 February 2025 15:32 WIB