Semarang (ANTARA) - Kementerian Sosial menyiapkan program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah yang mulai diuji coba di delapan desa yang masuk dalam kategori tersebut.
"Di Jawa Tengah masih ada 923 desa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem," kata Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono di Semarang, Senin.
Ia mengatakan Kementerian Sosial akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga BUMN dan BUMD dalam upaya penyelesaian kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.
Ia menuturkan Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang masyarakat miskinnya masih cukup banyak. Alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan di Jawa Tengah dari pemerintah pusat mencapai Rp18,5 triliun.
Anggaran tersebut, antara lain diperuntukkan bagi Penerima Bantuan Iuran, Program Keluarga Harapan, serta Program Bantuan Pangan Non Tunai.
Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, kata dia, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah tidak menunjukkan perubahan secara kualitatif maupun kuantitatif. "Oleh karena itu, kami coba asesmen, masalahnya apa kok tidak turun-turun," katanya.
Menurut dia, akan dilakukan upaya pengentasan kemiskinan secara bertahap. Salah satunya, uji coba penerapan graduasi dalam penyaluran bantuan sosial.
Pemerintah, lanjut dia, menargetkan penuntasan kemiskinan ekstrem maksimal pada 2026.
Hingga saat ini, menurut dia, masih terdapat sekitar 3 juta orang penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori miskin ekstrem atau sekitar 1,1 persen dari jumlah penduduk.